Hukum Qurban Saat Idul Qurban Menurut Islam

Berqurban, adalah salah satu ibadah umat Muslim yang boleh dilakukan dan boleh tidak. Boleh dilakukan jika orang tersebut mampu.

Dan boleh tidak dilakukan jika tidak mampu atau dari kalangan orang yang membutuhkan.

 

Sebenarnya bagaimana hukum qurban saat Idul Qurban itu? Berbagai pendapat dari para ulama sudah banyak tersampaikan atas pertanyaan tersebut.

 

Menurut Syaikh Ibnu Utsaimin, menyatakan wajib itu tampak lebih kuat dari pada pendapat yang menyatakan tidak wajib.

 

Akan tetapi hal itu hanya diwajibkan bagi yang mampu. Dan dalam hadist Ibnu Majah juga menyatakan bahwa Rosulullah juga berkata berqurban hukumnya wajib bagi orang yang mampu atau lapang harta.

Hukum Qurban Saat Idul Qurban Menurut Islam

Jadi bagi Anda yang merasa berkecukupan dan lapang harta, mungkin malu jika tidak menyisihkan harta untuk berqurban.

 

Bayangkan saja, berqurban itu hanya setahun sekali. Jika gaji Anda per bulannya lebih dari 10 juta Rupiah, dan Anda tidak berqurban, sungguh sangat disayangkan.

 

Meski hukum qurban saat Idul Qurban bagi orang yang kurang mampu itu sunah, atau boleh dikerjakan atau boleh ditinggalkan, masih banyak orang-orang yang bisa dikatakan kurang mampu tapi malah menabung bertahun-tahun hanya untuk berqurban meski hanya satu kali dalam hidupnya.

 

Allah akan melapangkan rezeki kepada orang-orang yang selalu memberikan atau menyisihkan sebagian hartanya dengan ikhlas kepada orang-orang yang membutuhkan.

 

Akan tetapi, Anda harus pilah, mana yang dibutuhkan dan mana yang tidak. Karena sekarang banyak sekali pengemis-pengemis di jalanan yang pura-pura kurang mampu akan tetapi mengemis demi mendapatkan uang tanpa bekerja.

 

Jika Anda bersedekah, akan lebih baik jika menyerahkan ke lembaga yang resmi, yaitu lembaga-lembaga di bawah pemerintahan agama ataupun kemanusiaan yang pasti akan menyerahkan bantuan tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan.

 

Bukan berarti hukum qurban saat Idul Qurban sendiri itu memberikan sedekah yang salah, tidak. Jika Anda membagikannya dengan benar, pasti akan membawa berkah. Apalagi jika Anda membaginya di lingkungan sekitar.

 

Sudah pasti Anda kenal betul bagaimana kondisi perekonomian warga sekitar dari yang mampu dan kurang mampu.

Dari yang kurang mampu tersebut, pilihlah untuk mendapat daging qurban.

 

Akan tetapi, ada hadist dari Abdur Razzaq dan Baihaqi dengan sanad shahih, yang mengatakan, Sesungguhnya aku sedang tidak akan berqurban.

Padahal aku adalah orang yang berkelapangan. Itu kulakukan karena aku khawatir kalau-kalau tetanggaku mengira qurban itu adalah wajib bagiku.

 

Maksudnya adalah, tidak selalu orang yang mampu bersedekah dengan berqurban. Karena menurut Abdur Razzaq tersebut mengira bahwa jika ia yang berqurban maka hukum qurban saat Idul Qurban itu wajib bagi orang yang kaya.

 

Dan jika yang kurang mampu tidak. Padahal dibolehkan untuk semua kalangan untuk berqurban jika hartanya lapang. Hartanya yang lapang, bukan statusnya yang kaya atau miskin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *